Berbagi Pengalaman Di Simposium Internasional Ke-11 Malaysia

Jumat, Agustus 16th 2019. | Uncategorized |

Oleh : SUWANDI (Mahasiswa UINSU)

Simposium Internasional (SI) Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia merupakan salah satu agenda tahunan yang bertujuan untuk membahas evaluasi kegiatan dari PPI Dunia serta merumuskan gagasan maupun tindakan yang membangun bagi Ibu Pertiwi dari pelajar-pelajar Indonesia yang tersebar di berbagai negara. Setelah tahun lalu SI PPI Dunia diadakan di Moskow, Rusia, tahun ini, Malaysia yang terpilih sebagai tuan rumah Simposium Internasional PPI Dunia yang ke-11.

Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua Umum PPI Malaysia, Ammar Naufal, Koordinator PPI Dunia 2018/2019, Fadjar Mulya, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, Bapak Mokhamad Farid Ma’ruf, Ph.D dan Naib Canselor Universiti Teknologi Malaysia, Prof. Datuk. Ir. Dr. Wahid Omar. Acara ini resmi dibuka dengan pemukulan gong dan sesi foto Bersama tamu VVIP dan VIP.

Mengikuti simposium selalu menjadi sebuah pengalaman menarik bagi mahasiswa. Terlebih jika acara tersebut diadakan di luar negeri, sehingga memberi kesempatan untuk menjelajah dunia lebih jauh. Tak terkecuali bagi Suwandi, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UIN Sumatera Utara yang berkesempatan mengikuti simposium di Malaysia.

Acara yang diadakan di Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Johor Bahru, Malaysia ini diselenggarakan dari tanggal 10-14 Juli 2019 dengan menggagas tema “Inovasi berkelanjutan sebagai sumbangsih Pemuda Indonesia untuk kemandirian bangsa”. Acara ini juga mendiskusikan isu-isu spesifik terkait dengan kebijakan Riset, Inovasi dan Pendidikan Tinggi, tujuan pembangunan berkelanjutan, dan kolaborasi Pelajar Indonesia di Dunia.

Beberapa topik yang akan diangkat diantaranya berkaitan dengan peran berbagai sektor seperti Pendidikan dan Riset, Industri Kreatif dan Pariwisata, Pemerintah Daerah, serta Teknologi dan Energi terhadapi Inovasi sebagai sumbangsih berkelanjutan untuk Indonesia.

“Dalam acara simposium ini, para anggota PPI Dunia yang banyak membahas terkait kinerja dan inovasi yang bisa memberikan dampak positif untuk bangsa Indonesia ke depannya. Topik yang dibahas cukup luas mencakup teknologi, riset, kesehatan, dan terutama pendidikan,” jelas Suwandi.

Suwandi menceritakan bahwa awalnya ia mengetahui informasi terkait acara ini dari Instaqram. Ia pun memutuskan untuk mendaftar karena temanya yang menarik serta acara tersebut dihadiri oleh mahasiswa/i Indonesia yang berkuliah di 56 Negara di belahan dunia. Ia sangat beryukur karena bisa lolos seleksi dan berkesempatan menghadiri simposium PPI Dunia tersebut.

“Sangat senang rasanya karena bisa bertemu dengan banyak teman baru dan mendapat banyak pengetahuan baru, terutama di bidang inovasi, teknologi dan pendidikan yang memang menjadi kesenangan saya,” ujar Suwandi.

“Yang paling saya ingat adalah pernyataan bahwa inovasi itu tak melulu soal menemukan sesuatu hal yang baru, tapi mengembangkan yang sudah ada agar bisa menjadi lebih mudah,” Lanjutnya.

Selama acara berlangsung, Suwandi menuturkan bahwa ia mendapat banyak informasi, terutama mengenai beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri. Selain itu, ia juga bisa mendapatkan gambaran bagaimana rasanya hidup di negara lain dengan kebudayaan dan suasana yang sangat berbeda.

“Pengalaman yang dibagikan oleh teman-teman PPI seluruh dunia benar-benar menarik, banyak cerita yang dibagikan terkait kehidupan mereka di luar negeri, prestasi mereka dan fakta-fakta unik tentang negara yang mereka tinggali,” kisahnya.

“Selain itu, saya bisa bertemu dan saling tukar pikiran dengan teman-teman dari universitas lain di Indonesia juga, seperti dari Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Airlangga (UNAIR) dan lainnya,” lanjutnya.

Suwandi mengaku bahwa ia sangat bersyukur bisa mendapat kesempatan untuk mengikuti simposium PPI. Selain bisa menambah pengetahuan, ia juga bisa memperluas koneksinya.

“Saya sangat senang bisa mengikuti acara ini dan mendapatkan banyak pengetahuan. Saya juga belajar bagaimana cara bertahan hidup saat sendirian di negeri orang. Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Simposium PPI Dunia,” tutupnya.***

Print Friendly, PDF & Email

Related For Berbagi Pengalaman Di Simposium Internasional Ke-11 Malaysia