Tumisih, 35 Tahun Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni

Jumat, Desember 18th 2015. | Sumut |
Pasangan suami istri lanjut usia Tumisih dan Suriani yang tinggal di rumah tidak layak huni membutuhkan uluran tangan pemerintah

Pasangan suami istri lanjut usia Tumisih dan Suriani yang tinggal di rumah tidak layak huni membutuhkan uluran tangan pemerintah

Sergai | Tebingnews – Ditengah pesatnya program pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah selama ini, ternyata masih ada keluarga yang tinggal di rumah tidak layak huni, seperti yang dialami pasangan suami istri Tumisih (69) dan Sariani (60), warga Dusun VI Kampung Kerompol Kuningan Desa Sei Periok Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Serdang Bedagai.

Ditemui wartawan di kediamannya, Jumat (18/12), Tumisih mengaku selama bertahun-tahun mereka tinggal di rumah yang berdindingkan anyaman bambu dan berlantaikan tanah serta hidup dibawah garis kemiskinan.

“Yah beginilah kondisi gubuk kami, sekedar buat berteduh dari sengatan matahari dan tidak kena air hujan”, ujarnya.

Pantauan wartawan, pasangan suami istri keluarga lanjut usia (lansia) yang merupakan warga miskin ini tinggal di rumah yang tergolong sangat sangat tidak layak huni. Pada bagian dinding rumah terbuat dari anyaman bambu, sementara pada bagian lantai rumahnya masih berlantai tanah sedangkan kamar mandi hanya berdindingkan (disekat) dengan goni.

Menurut Tumisih, mereka menghuni rumah itu sejak 35 tahun lalu. Sebagai kuli tani, keduanya tak mampu membangun rumah layak huni seperti warga pada umumnya. Bahkan buat menyambung hidup sehari-hari saja, keduanya harus berharap dari sanak saudara atau kerabat dekat, karena belakangan ini sudah tidak lagi mampu bekerja. “Boro-boro untuk membangun rumah, untuk makan sehari-hari saja kami sudah kesulitan”, ujarnya.

Untuk menopang hidup sehari-hari, Sariani bersama suaminya terpaksa harus menggarap lahan milik orang lain. Program bantuan pembagunan rumah warga miskin dari pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, hingga kini belum sampai ke wilayah Dusun VI Kampung Kerompol Kuningan Desa Sei Periok Kecamatan Tebingtinggi. “Kami mengharapkan uluran tangan dari pemerintah agar ada perbaikan rumah. Sebab di musim penghujan, rumah kami bocor semua, dingin”, tambahnya.

Selain membutuhkan pembangunan infrastruktur jalan dan pendukung lainnya, masyarakat setempat juga butuh gerakan bersama atasi kawasan pemukiman padat kumuh dan miskin. Seperti terpantau di Dusun II Pasar Dua Kuningan Desa Sei Periok Kabupaten Sergai, rata-rata dihuni oleh mayoritas warga miskin. Sebagian besar rumah mereka tidak layak huni. Meski demikian, pemerintah setempat baik desa maupun kecamatan, terlihat kurang peduli terhadap kehidupan warganya,-Li)

Print Friendly, PDF & Email
tags: , ,

Related For Tumisih, 35 Tahun Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni