Tebing Tinggi Bersiap Menuju Kota Layak Anak

Jumat, Februari 22nd 2019. | Ragam |

Tebingtinggi I Tebingnews.com – Hak-hak anak harus dipenuhi setiap anak dan yang memberikan hak-hak tersebut adalah setiap orang dewasa, dan ini berlaku di seluruh dunia sesuai dengan konfensi hak anak termasuk di Indonesia dan Kota Tebing Tinggi, dan supaya diingat bahwa mahluk yang paling rentan dimuka bumi adalah anak.

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak, Kementerian Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (PP-PA) RI Lenny N Rosalin, pada Rapat Kordinasi (Rakor) Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) dilaksanakan Bappeda Kota Tebing Tinggi, Rabu (21/2/2019), di aula Balai Kota Tebing Tinggi dan dihadiri Walikota H Umar Zunaidi Hasibuan.

Disampaikan Lenny, saat ini harus dilakukan percepatan atau provokatif, “Kalau selama ini porsneling satu, mari sama-sama kita maju dengan porsneling empat, karena kita sama-sama ingin menjadikan anak Tebing Tinggi lebih sehat dan maju dan dilakukan secara bersama-sama, tidak boleh ada yang tertinggal,” imbuhnya.

Kota Tebing Tinggi yang merupakan kota Satelit-nya Kota Medan, dan Tebing Tinggi punya 54.000 anak dan ini tingkat kota, camat dan lurah juga harus tahu berapa jumlah anak di wilayahnya, agar tidak terlewatkan satu orang anakpun yang memperoleh haknya.

“Memenuhi hak-hak anak ini bukan karena disuruh Presiden, tetapi memang secara globalpun ini selalu dibahas, dan bukan hal baru, karenanya berbagai regulasi dibuat pemerintah, dan saat ini kita sudah mengimplementasikanya di 415 kabupaten/kota di Indonesia,” jelasnya.

Selain kita harus memenuhi hak anak, juga harus pula mengantisipasi terjadinya kasus kekerasan terhadap anak dan ini bisa saja terjadi dimana saja, di rumah tangga sendiri juga di sekolah atau ditempat umum, juga harus mendapatkan perlindungan, jangan sampai terlena dengan hal-hal ini, ucapnya.

Menurut Deputi Menteri PP-PA RI itu, banyak hal yang harus mendapatkan perhatian terhadap perlindungan terhadap anak, dan jika Tebing Tinggi dengan 54.000 anak-anak ingin maju dan berkembang, dia mengajak warga masyarakat untuk ikut membantu kerja Walikota Tebing Tinggi untuk mewujudkan Tebing Tinggi sebagai Kota Layak Anak.

“Untuk mewujudkan Tebing Tinggi sebagai Kota Layak Anak, mari bantu Wali Kota dan kerja keroyokan untuk menjadi kota layak anak, dimulai dari RT, RW itu jauh akan lebih baik sampai ke tingkat nasional,” imbuhnya.

Sementara itu, Walikota H Umar Zunaidi Hasibuan mengatakan bahwa Pemerintah Kota Tebing Tinggi dengan segenap jajaranya bersama instansi pemerintah lainnya seperti Kepolisian dan Kejaksaan juga tokoh masyarakat dan agama, siap dalam memenuhi hak-hak anak serta menangani permasalahan yang dihadapi anak.

“Tidak saja dalam kasus stunting (gizi buruk) yang persentase sangat kecil, tetapi juga mencakup secara keseluruhan diantaranya menyiapkan sarana dan prasarana anak bermain baik disekolah-sekolah dan tempat-tempat sarana umum di kelurahan maupun kecamatan, meskipun tidak terlalu besar karena lahan yang terbatas, yang memang menjadi problem sebuah perkotaan,” katanya.

Disampaikan Wali Kota, kasus anak stunting di Tebing Tinggi, jika dibanding dengan daerah-daerah lain persentasenya sangatlah kecil sekali, yakni 0,07 % atau 74 orang dari 15.500 anak yang ada, namun kami Tebing Tinggi ingin kasus ini diangka nol, “Untuk itu upaya kami terus menerus memberikan perhatian terhadap anak-anak stunting tersebut secara rutin, petugas kesehatan kami punya data yang lengkap, dan mengetahui secara persis rumah tempat tinggal, dan tidak ada kendala untuk mengentaskannya,” paparnya.

Di bagian lainnya disampaikan Wali Kota, tempat-tempat sarana umum dan perkantoran saat ini telah menyiapkan ruangan lactasi (menyusui) bagi ibu-ibu yang ingin menyusui anaknya, termasuk juga di kantor Balai Kota Tebing Tinggi, selain hal itu juga untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi anak dalam mengenyam pendidikan, Pemerintah Kota Tebing Tinggi mewajibkan pendidikan 12 tahun bagi anak-anak Tebing Tinggi dan tidak alasan tidak sekolah karena tidak ada biaya, bahkan pemerintah kota juga telah menyiapkan bus sekolah gratis.

“Dan kami sampaikan juga kepada Ibu Deputi bahwa Tebing Tinggi punya anak yang berprestasi atas nama Siti Hadijah, pelajar SMA Negeri I yang dinobatkan sebagai Duta Baca dan berhasil membuat buku yang berjudui ‘Protek’ dan telah dibaca 7 juta orang, ini suatu bukti bahwa kami senantiasa memberikan perhatian dan pembinaan secara terus menerus terhadap anak,” katanya.

Di Tebing Tinggi saat ini terdapat 54.000 anak usia 0 -18 tahun dan sebagai satelitnya Kota Medan dan kota lintasan ke arah manapun, kami juga menyiapkan sarana untuk keamanan anak-anak terutama di zona sekolah bekerjasama dengan Satlantas Polres Tebing Tinggi, serta mewajibkan bagi orang tua untuk menjemput anak-anaknya di sekolah, “Kami berharap dari paparan yang kami sampaikan, selayaknya pula Tebing Tinggi menjadi Kota Layak Anak di Sumatera Utara,” harap Umar Zunaidi Hasibuan,-(rika)

Print Friendly, PDF & Email

Related For Tebing Tinggi Bersiap Menuju Kota Layak Anak