Ini Cerita Menarik Mesjid Agung Keraton Buton di Lokasi benteng Terluas di Dunia

Sabtu, Agustus 27th 2016. | Ragam |
Masjid Agung Keraton Buton (photo : Afif)

Masjid Agung Keraton Buton (photo : Afif)

Bau-bau | Tebingnews.com – Terkait tulisan sebelumnya yang mengulas tentang Benteng Terluas di Dunia yang ada di Keraton Buton Kota Bau bau Sulawesi tenggara, ternyata di lokasi benteng tersebut juga ada Masjid Agung Keraton di Buton yang punya cerita menarik, karena Konon, di mejid yang telah berusia sekitar 505 Tahun itu, ada lubang yang bisa mendengar suara adzan dari Makkah.

Demikian diungkapkan pemandu wisata Benteng Keraton Buton, Laode M Adam Vatiq atau yang akrab disapa Adam kepada detiktravel yang mengunjungi Daerah itu atas undangan Kementerian Pariwisata, untuk meliput Festival Budaya Tua pada awal pekan ini, Senin (26/8).

“Masjid ini sudah ada sejak tahun 1511. Awalnya bukanlah masjid, melainkan sebagai tempat pertemuan rahasia. Lalu setelah Islam masuk ke Buton, fungsi bangunannya berubah sebagai masjid,” Adam.

Diceritakan, Adalah Syekh Abdul Wahid dari Arab Saudi, yang berdagang dan menyebarkan Islam di Buton pada sekitar abad ke-14. Setelah Islam masuk, sistem kerajaan pun berubah menjadi kesultanan dan maypritas penduduk kala itu memeluk Islam.

Kembali ke cerita masjidnya, masjid yang kemudian diberi nama Masjid Agung Keraton Buton ini memiliki dua lantai. Lantai bawah untuk jamaah laki-laki dan lantai atas untuk jamaah wanita. Arsitektur aslinya tetap dipertahankan dengan banyak tiang-tiang yang menjadi pondasinya.

“Di masjid ini terdapat lubang yang posisinya ada di bagian imam salat. Dari lubang inilah, menurut sejarah dan cerita terdengar suara adzan dari Makkah,” ungkap Adam.

BACA JUGA : Benteng Terluas Di Dunia Ternyata Berada Di Indonesia

Adam melanjutkan, lubang tersebut begitu dijaga oleh para pengurus masjid. Jangankan lubangnya, masjidnya juga sangat dijaga sampai sekarang. Wisatawan tidak dapat masuk ke sana, kecuali saat sedang waktu salat.

“Hanya imam masjid saja yang dapat membuka lubang itu. Bahkan seorang gubernur sekalipun jika tidak mendapat izin dari sang imam, tidak bisa melihat lubangnya,” tegas Adam.

Jabatan seorang imam masjid mempunyai derajat yang tinggi dalam pemerintahan Kesultanan Buton (serta tetap dipertahankan hingga kini). Imam masjid punya hak penuh untuk mengelola Masjid Agung Keraton Buton ini, sekaligus bertanggung jawab atas umat Muslim setempat.

“Amaitaka amaitami, artinya kalau sudah hitam maka hitam. Sama seperti aturan yang berlaku, harus ditaati. Keputusan besar masjid ini ada ditangan imam,” ujar Adam.

Bangunan Masjid Agung Keraton di Buton yang masih tradisional

Bangunan Masjid Agung Keraton di Buton yang masih tradisional

Dari pantauan detikTravel, bagian tempat imam tertutup dengan sajadah. Kala itu, hanya ada beberapa pengurus masjid yang sedang menyapu dan membereskan bagian dalam masjid untuk melaksanakan salat Ashar. Karena waktu kunjungan terbatas, awak media pun tidak sempat menemui sang imam.

“Selain itu, masjid ini juga punya banyak keunikan. Masjid ini punya 12 tangga yang melambangkan 12 rakaat shalat, dan jumlah lingkaran gendang 99 sama seperti Asmaul Husna. Jumlah tulangan di masjid tersebut berjumlah 313, sama seperti jumlah tulang dalam tubuh manusia. Lalu 13 lubang di masjid, jumlah yang sama dengan lubang pada tubuh manusia. Dua belas lubang terlihat, dan satunya tidak,” papar Adam,-

Sumber : detik.com

Print Friendly, PDF & Email
tags: , , , ,

Related For Ini Cerita Menarik Mesjid Agung Keraton Buton di Lokasi benteng Terluas di Dunia