Pemanfaatan Pembangunan Bangkitkan Ekonomi

Sabtu, Februari 23rd 2019. | Kolom |

Oleh : Ismail Batubara

Potensi Kota Tebing Tinggi sebagai kota jasa memberi peluang bagi investasi jangka panjang untuk berkembang dengan baik, apalagi dengan terwujudnya jalan bebas hambatan yang akan mempermudah akses perekonomian dan membuka peluang investasi yang berkembang. Hal ini tentu sejalan dengan amanah Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah jelas mengatur tentang bagaimana daerah itu mengatur daerahnya sendiri, sehingga dapat Otonomi yang luas dari Undang-Undang tersebut haruslah diwujudkan dengan sebaik-baiknya, baik oleh para pemangku kebijakan, aparatur pemerintahan dan juga masyarakat.

Pembangunan yang dilaksanakan di Kota Tebing Tinggi secara umum ditujukan untuk meningkatkan taraf hidup dan mensejahterakan seluruh masyarakat. Memanfaatkan sebagai kota lintas, mempercepat laju pertumbuhan ekonomi dengan memanfaatkan segala potensi. Diperlukan usaha yang giat untuk memacu dan memicu pertumbuhan perkembangan ekonomi rakyat.

Dengan dibukanya secara resmi Bandara Kualanamu International Airport (KNIA) dan beroperasinya jalur tol Medan – Kualanamu- Tebing Tinggi yang merupakan satu kebutuhan yang tidak terpisahkan. Hal ini merupakan tantangan bagi daerah Kabupaten/Kota khususnya Kota Tebing Tinggi didalam meningkatkan dan menghidupkan ekonomi kerakyatan.

Kehadiran Bandara Kualanamu dan jalur tol tersebut mendapat tanggapan positif dari sejumlah pelaku usaha di Tebing Tinggi. Kesempatan ini dinilai dapat meningkat kemajuan ekonomi di Kota Tebing Tinggi yang akan berdampak pada perekonomian nasional. Bandara dan jalan tol membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha dan industri di Tebing Tinggi untuk melebarkan sayapnya. Apalagi pintu gerbang tol Tebing Tinggi telah rampung selesai dan tinggal menunggu peresmian pembukaan saja, tentu ini merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan.

Dengan adanya bandara internasional dan jalur lintas bebas hambatan tersebut secara langsung akan berdampak pada perkembangan wilayah, sarana transportasi dan ekonomi. Bandara internasional sebagai pintu gerbang yang menghubungkan Indonesia, khususnya Kota Tebing Tinggi dengan negara lain akan memperbesar peluang usaha dan industri.

Terwujudnya Kota Tebing Tinggi sebagai kota jasa dengan memanfaatkan potensi lokasi yang strategis sebagai titik sentral “ segi tiga emas “ ( Medan – Kisaran dan Medan Parapat) yang dalam waktu tidak lama lagi akan dihubungkan dengan jalur bebas hambatan. Hal ini akan memberdayakan ekonomi kerakyatan melaui UMKM sera sektor industri kerakyatan dengan prospek yang cerah. Bahkan tidak tanggung-tanggung, Pemerintah Pusat juga telah merencanakan pembangunan jalur tol Tebing Tinggi – Siantar dan Tebing Tinggi – Kuala Tanjung. Bukankah rencana ini merupakan sebuah peluang besar bagi perkembangan ekonomi di Kota Tebing Tinggi.

Sudah saat bagi Pemerintah Tebing Tinggi untuk melirik peluang ini guna meningkatkan ekonomi kota. Banyak yang harus dibenahi untuk memanfaatkan peluang tersebut seperti, membangun pasar tradisional di pintu masuk atau sekitar jalur tol, melakukan pembinaan bagi pelaku usaha perhotelan, atau menerbitkan trayek transfortasi khusus angkutan umum Tebing Tinggi menuju Kualanamu dan peluang bisnis lainnya.

Walikota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM dalam menanggapi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Tebingtinggi pernah membahas masalah ini. Menurutnya sangat strategis, karena hasil Musrenbang ini nantinya akan menjadi tolok ukur bagi pengembangan kota menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Hal ini sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang saat itu menargetkan pendapatan domestik regional bruto (PDRB) rakyat Sumut mencapai Rp 40,96 juta per kapita. Selain itu ditargetkan pula penciptaan wirausaha baru di Sumut sebanyak 12 ribu wirausaha baru.

Ditambahkan, Pemprovsu mengharapkan agar kabupaten/kota di Sumut mendukung prioritas pembangunan Sumut ini, dengan mensinkronkan antara program provinsi dengan kabupaten/kota. Langkah-langkah strategis perencanaan pembangunan dengan dasar PDRB tidak lagi memakai sembilan sektor, tapi telah dirubah menjadi 17 kategori, hal ini agar selalu bersama BPS kabupaten/kota.

Jika tiap daerah mengadakan kalender kegiatan, baik budaya atau lainnya, bukan tidak mungkin turis mancanegara akan menjadwalkan kunjungannya untuk datang. Hal ini diperkuat dengan tingkat kunjungan wisatawan mancanegera ke Sumut tiap tahun sekitar 250 ribu orang. Jumlah ini diyakini akan meningkat drastis apabila tiap daerah memiliki kalender kegiatan yang dikemas secara baik.

Nah, peluang ekonomi yang menunggu ini, bisakah dimanfaatkan warga Kota Tebing Tinggi dalam meningkatkan taraf hidup dan ekonominya ? Atau cuma sekedar jadi penonton? Beragam bisnis dari skala kecil, menengah sampai besar akan menjamur. Bisnis properti (perumahan), makanan (restaurant), penginapan (hotel, vila), sektor jasa, pertokoan sampai hiburan akan menjadi primadona.

Betapa tidak, penumpang yang datang dari negara lain atau dari daerah lain Indonesia (domestik) pastinya butuh penginapan, mencari oleh-oleh untuk dibawa pulang, butuh hiburan dan juga berbelanja. Jika hal sekecil itu tidak dimanfaatkan dengan baik, maka warga yang harusnya bisa menikmati kehadiran Bandara Kualanamu hanya akan menjadi penonton karena tidak sigap, tidak siap dan kurang memperhitungkan peluang yang ada. Misalkan saja sektor makanan seperti lemang khas Tebing, keripik, dan sejenisnya, batik khas yang telah dimiliki Tebing, dan usaha kerajinan lain yang sejalan dengan One Village One Produc (OVOP).

Peluang ini sejalan dengan program OVOP Pemerintah Kota Tebing Tinggi yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui UKM. Bisa dibayangkan jika Kota Tebing Tinggi memiliki pasar tradisional tempat pemasaran seluruh hasil produk OVOP tersebut, bukan tidak mungkin para wisatawan luar dan dalam negeri tertarik untuk membeli hasil produk tersebut. Pastinya hal ini harus didukung dengan peningkatan mutu dan kualitas produk itu sendiri.

Pembenahan sungai sebagai wisata air juga merupakan peluang bagi Kota Tebing Tinggi dalam memanfaatkan sumber daya alam. Siapa yang tidak mengenal pasar terapung didaerah Sentul, Lembang atau pasar sungai yang ada di daerah Banjar Masin. Ini juga dapat meningkatkan taraf ekonomi rakyat. Dengan diadakannya olah raga air pada peringatan HUT Tebing Tinggi lalu, kegiatan itu secara tidak disadari telah membuka peluang daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kota Tebing Tinggi.

Jika setiap tahunnya di Kota Tebing Tinggi diadakan even budaya air berupa lomba dayung atau renang dan ketangkasan air lainnya yang dikemas secara unik menurut budaya Kota Tebing Tinggi misalnya, lomba perahu dayung atau renang ala ethnis, pasar terapung tradisional atau wisata kuliner di pasar terapung yang disajikan secara apik dan unik, tidak tertutup kemungkinan gaungnya akan keluar hingga ke manca negara.

Dengan terwujudnya pembangunan jalan tol Tebing Tinggi – Siantar dan Tebing Tinggi – Kuala Tanjung yang rencananya akan dilanjutkan dengan pembangunan jalur tol menuju Danau Toba dan Kisaran, maka letak kota Tebing Tinggi sangat strategis sebagai daya tarik pembangunan investasi dan peningkatan ekonomi rakyat khususnya dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean.

Situasi berkembangnya pembangunan tersebut dapat dimanfaatkan dengan adanya kebijakan yang tepat antara lain, merencanakan dan melaksanakan kawasan pergudangan dan kawasan industry yang berada dekat dengan akses jalur tol, meningkatkan kualitas usaha mikro kecil dan menengah untuk memproduksi barang-barang hasil olahan barang kerajinan tangan maupun industry rumah tangga melalui pembinaan UMKM.

Pemerintah Kota Tebing Tinggi juga perlu memperhatikan klinik-klinik bisnis atau usaha yang bertugas dan berfungsi sebagai advisor dan supervisor bagi para pengusaha UMKM untuk meningkatkan kualitas produksi, kemasan dan pemasaran serta pelatihan khusus bagi pelaku usaha. Melakukan penataan terhadap pasar-pasar tradisional juga diperlukan agas terciptanya lingkungan pasar yang bersih, nyaman dan asri dengan mengakomodasi seluruh stake holder, masyarakat, pedagang dan pemerintah. (berbagai sumber)

Print Friendly, PDF & Email

Related For Pemanfaatan Pembangunan Bangkitkan Ekonomi