Terdakwa Kasus Pencucian Uang Dituntut 17 Tahun penjara

Rabu, September 14th 2016. | Hukum |

terdakwa-tppuTebingtinggi | tebingnews.com – Gunawan Prasetyo (58) yang menjadi terdakwa Tindak Pidana pencucian Uang (TPPU) Hasil Narkoba dituntut dengan Hukuman 17 tahun Penjara oleh Jaksa penuntut Umum (JPU) dari kejari Tebingtinggi dalam sidang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tebingtinggi Deli, selasa (13/9/2016).

Dalam Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim MY Girsang, SH, MH dibantu anggota Wira Indra Bangsa, SH dan Mathilda Chrystina Katarina, SH itu Terdakwa Gunawan Prasetyo Warga Jalan Sudirman, Kompleks Taman Pesona Indah (TPI) Kota Tebingtinggi itu terlihat tetap santai saat JPU Dari kejari Tebingtinggi membacakan Surat Tuntutan setebal 50 Halaman.

Tim JPU Dari kejari Tebingtinggi, H Manurung, SH dan Kanin, SH dalam tuntutannya menyebutkan terdakwa melanggar pasal 3 Nomor 8 tahun 2010 terkait dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan menuntut agar terdakwa dihukum 17 tahun Penjara.

Disebutkan, Terdakwa memiliki harta merupakan hasil dari penjualan narkotika golongan 1 jenis sabu dan pil ektasi dan memiliki beberapa rekening dari berbagai Bank atas nama orang lain. Dari hasil penyelidikan terdakwa dengan unsur sengaja mencampurkan uang halal dan uang haram. Agar publik melihat bahwasanya uang milik terdakwa yang tersimpan pada rekening Bank seolah olah uang tersebut dari hasil kegiatan yang sah.

Dalam Kasus ini, Pengadilan Negeri tebingtinggi sendiri hanya menyidangkan Perkara Tindak Pidana pencucian Uang (TPPU), sedangkan Perkara Narkobanya kemungkinan disidangkan Pengadilan Negeri Jakarta

Diketahui, Gunawan Prasetyo ditangkap Pihak BNN dari pengembangan terkait dengan jaringan narkotika. Dari hasil kerjasama dengan pihak PPAT serta jajaran Dirjen Lapas Cipinang, Nusakambangan dan Lapas Medaeng Sidoarjo, diketahui bahwa terdakwa telah melakukan TPPU sebesar Rp 17 miliar dari hasil penjualan narkoba dan pil ektasi. Sehingga pihak BNN langsung lakukan pengejaran terhadap terdakwa ke kota Tebingtinggi, Provinsi Sumatera Utara dan terdakwa berhasil ditangkap di Perumahan Tebing Indah, kelurahan Bandar Utama, kota Tebingtinggi, pada Kamis (14/1/16).

Pihak BNN juga menyita barang bukti harta terdakwa di gudang miliknya di desa Sei Buluh, kecamatan Sei Bamban, kabupaten Serdang Bedagei, Sumatera Utara berupa 1 unit usaha penggilingan padi, 1 bidang tanah di kota Tebingtinggi, 12 unit truck, 1 unit Mitsubishi Strada, 1 unit Toyota Avanza, 1 unit Mitsubishi L 300, 2 unit forklift, 2 unit truck tronton, perhiasan (cincin, gelang, kalung), uang asing berupa ringgit, dan uang dalam rekening Bank sejumlah Rp 9,5 milyar.

Terdakwa sendiri pernah masuk penjara pada tahun 2000-2010 karena memiliki keterkaitan dengan jaringan perederan gelap narkotika dan pernah di vonis di PN kota Tebingtinggi. Terdakwa diketahui memiliki jaringan narkotika dengan beberapa terdakwa lainnya seperti Pony Chandra, Sodikin (narapidana Lapas Medaeng Sidoarjo dengan vonis seumur hidup kasus narkotika dan 5 tahun kasus TPPU), Amir Mukhlis alias Sinyo (napi Lapas Nusakambangan dengan vonis 20 tahun penjara), Boski alias Surya Bahadur Tamang alias David WN Nepal (narapidana Nusakambangan dengan vonis 20 tahun penjara).

Usai membacakan Tuntutannya, Majelis Hakim Menutup persidangan dan dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengarkan Pledoi terdakwa yang disampaikan Tim Kuasa Hukumnya dari Iwan Kuswadi SH & Patner.- (OS)

Print Friendly, PDF & Email
tags: , , ,

Related For Terdakwa Kasus Pencucian Uang Dituntut 17 Tahun penjara