Demi Menjaga Kondusifitas, Pemko Tebing Tinggi Tanggapi Kondisi Pasar Sakti

Sabtu, Juni 13th 2020. | Hukum |

Tebingtinggi I Tebingnews.com – Terkait pres release Pengadilan Negeri Tebing Tinggi tentang putusan perkara ‘sengketa’ Pasar Sakti, Pemko Tebing Tinggi memberi tanggapan tentang pemberitaan yang berkaitan dengan masalah lahan Pasar Sakti Jalan KF Tandean.

Hal ini disampaikan Kabag Hukum Pemko Tebing Tinggi Siti Masitah Saragih didampingi Kadis Kominfo Dedi P Siagian, Sabtu (13/6/2020) dari Balai Kota melalui pesan WhatsApp kepada awak media.

Kabag Hukum Siti Masita Saragih mengatakan terkait pemberitaan tentang pasar sakti ini sebelumnya belum ada koordinasi dengan Walikota Tebing Tinggi selaku Ketua Forkopinda.

” Koordinasi kami anggap perlu karena dilahan tersebut banyak menyangkut hidup orang banyak, karena disana banyak pedagang dan aktifitas lainya oleh masyarakat “, ujar Siti Masita.

Pemerintah Kota Tebing Tinggi tidak ingin hal ini akan menimbulkan kekhawatiran dan keresahan apalagi kegaduhan di masyarakat. Kondisi ini tentunya bisa menimbulkan keresahan bagi masyarakat pasar sakti apalagi ditengah situasi pandemi COVID-19 ini.

” kita semua ingin Tebing Tinggi tetap dalam suasana kondusif seperti yang terjadi selama ini “, ujarnya

Walikota melalui Kabag Hukum berharap warga masyarakat Tebing Tinggi terutama para warga yang beraktifitas di lahan tersebut untuk tenang dahulu menanggapi pemberitaan ini.

” Pemerintah Kota Tebing Tinggi tetap akan berusaha sebaik baiknya ini sesuai dengan peraturan yang berlaku, dan sampai hari ini masalah ini masih berproses “, kata Siti Masita.

Sebelumnya Pengadilan Negeri Tebing Tinggi me-release Pasar Sakti Kota Tebing Tinggi ternyata bukanlah milik Pemko Tebing Tinggi, walaupun saat ini dipakai sebagai tempat berjualan dan terminal bus AKDP.

Hal ini sesuai putusan nomor 01/PDT/G/2002/PN -TTD pada tanggal 25 Juni 2002 jo Pengadilan Tinggi Medan register perkara nomor 78/PDT/2003/PT-MDN tanggal 25 April 2003 jo putusan kasasi Mahkah Agung nomor 3331 K/Pdt/2002 tanggal 4 Mei 2005.

Dalam putusan tersebut dinyatakan, tanah seluas lebih kurang 22.350 M2, dilindungi Grant Sultan tahun 1910 persil No 26 an, terletak di Jalan KF Tandean Kelurahan Bandar Utama, Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi adalah sah milik Mali.

Secara administratif Pengadilan Negeri Tebing Tinggi belum melaksanakan eksekusi perkara perdata tersebut dan masih dalam proses menunggu pembayaran biaya eksekusi oleh pemohon,-(archa)

Print Friendly, PDF & Email
tags: ,

Related For Demi Menjaga Kondusifitas, Pemko Tebing Tinggi Tanggapi Kondisi Pasar Sakti